SD PANGUDILUHUR I-II SURAKARTA
SD Pangudi Luhur Surakarta - Jl. A. Sugiyopranoto No. 1 Surakarta 57111  Telp.(0271)645349 Fax:(0271)645566
Rabu, 12 Agustus 2020  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


20.10.2008 23:01:04 746x dibaca.
ARTIKEL
PENDAKIAN GUNUNG MERBABU

GUNUNG MERBABU (3142 mdpl)
           
Beberapa saat setelah saya mencapai puncak kemudian, “Horeee…!” seru Pak Anton, “Wooaaahhhh….!” Disusul teriakan mas Hartanto, dan tanpa ekspresi khusus Pak Wahono menyusul dibelakang mereka, kami  telah mencapai puncak Gunung Merbabu dengan susah payah. Inilah kegiatan yang cukup ekstrem dari sebagian guru dan karyawan SD Pangudi Luhur Solo. Pada tanggal 27-28 September 2008 Pak Adi, Pak Anton, Pak Naryo, Mas Wahono, Mas Hartanto, Mas Thomas (suami Bu Irmina), Pak David (orang tua siswa) melakukan perjalanan untuk menalukkan Gunung Merbabu.

Acara naik gunung ini bermula dari ketertarikan teman-teman guru ketika saya menunjukkan photo saya dan teman-teman saya naik gunung. Teman guru banyak yang bertanya, apa enaknya sich naik gunung?, Ada ular gak di atasa gunung?, Adem banget pa?, terus makannya apa?, dan banyak pertanyaan lain. Oleh karena rasa penasaran itulah mumpung bertepatan dengan libur panjang lebaran dan sebelum musim hujan, saya ajak beberapa teman yang sela dan mendapat ijin dari istrinya untuk mencoba menaklukkan Gunung Merbabu.


“Nature is the best teacher” (Mr. Hendro)


Sehari sebelumnya saya sudah beritahu apa yang harus dibawa. Hebatnya sebagian alat bapak guru masih baru lhoo…baru keluar dari toko. Kami kumpul di sekolah sekitar pukul 16.00 dan dengan naik motor berboncengan kami meluncur menuju basecamp di Sela, Boyolali. Semua peserta membawa daypack untuk membawa bekal makanan dan baju, sedangkan sebagaian alat saya bawa dengan tas carrier. Kami sampai basecamp sekitar pukul 18.00 dan dilanjutkan makan malam yang kami bawa dari Solo dan persiapan. Pukul 19.00 kami mulai melakukan perjalanan, udara mulai dingin namun karena kita betjalan udara dingin itupun segera teratasi. Karena masih masa adaptasi kami semua masih ngos-ngosan, tapi itu untuk beberapa saat karena badan kita akan menyesuaikan dengan sendirinya. Namun sayang Pak Naryo kecapekan dan memustuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, dan akhirnya tinggal kami berlima karena Pak Naryo ditemani Pak David turun kembali ke Solo.

”Bukan berapa banyak gunung yang bisa kita taklukan, tapi seberapa kuat kita menaklukkan diri kita untuk sebuah gunung”

Kami berjalan kembali dikelamnya malam, dengan suasana hening yang kadang pecah karena sendau gurau kami selama perjalanan. Sesekali kita melihat indahnya kota Boyolali dan Solo yang terlihat seperti hamparan kunang-kunang. Udara dingin mulai menyerang ketika memasuki Sabana I dan Batu Tulis, teman-teman mulai mengenakan pakaian hangat mereka. Jalan mulai terjal dan berbatu kami mulai meninggalkan lebatnya hutan dan menyisakan rumput.perdu dan edelweiss yang menemani kami ngos-ngosan. Sekitar pukul 12.30 sampailah kita di Sabana II, Pak anton mulai merasakan nyeri di kedua kakinya, maka kami memustuskan istirahat disini. Saya segera membagi tugas, Mas Hartanto yang sudah saya training memasak dengan kompor spirtus segera praktek. Pak Wahono dan Mas Thomas bergegas mencari kayu kering dan sisa api unggun untuk membuat penghangat, sedang saya dan Pak Anton mendirikian tenda dum dan shelter. Setelah itu kami makan ditemani oleh indahnya api yang menyala dan memberikan kehangatan di tengah camp kami.



“Concentrate on where you want to go, not on what you fear”



Pukul 05.00 kami segera packing dan melanjutkan perjalanan, tapi selangsebentar sang mentari mulai mengintip di cakrawala. Kami photo-photo dulu nonton sunrise nya  tidak di puncak gak apa-apa kan kami pemula. Carahnya pagi membuat puncak Gunung Merbabu nampak jelas dengan untaian jalan setapaknya pun terlihat dengan jelas, membuat kami sempat frustasi karena masih panjang dan terjal perjalanan kami. Dengan semua tenaga tersisa kami akhirnya mencapai puncak Merbabu, dan semua pegal, linu, dan keju kami lepaskan melalui teriakan puas. Cuaca begitu cerah kami bisa merasakan betapa kecilnya kita manusia ini, kami melihat alam yang sangat luar biasa indah. Kami rayakan keberhasilan kami ini dengan makan jelly dan berphoto, serta tidak lupa kami menyanyikan bersama Mars Purbayan dengan memegang bendera SD Pangudi Luhur Solo.

 

“Jangan kau ambil sesuatu kecuali gambar…
Jangan kau tinggalkan sesuatu kecuali jejak….
Jangan kau buru sesuatu kecuali waktu…”
untuk alam kita tercinta

 

Saatnya kita harus pulang, dengan kegembiraa kami mampir di padang Edelweis yang kebetulan ini musim berbunga. Indah merekah bunga berwarna kecoklatan membuat teman-teman semakin segar dan membuang rasa lelah mereka. Kami masak dam makan pagi dengan nasi yang kemaren dibawakan istri tercinta mas Hartanto, hehe agak keras dan dingin tapi masih enak kok. Dan ditambah mie goring serta hidangan istemewa sosis. Dengan sisa tenaga kami berjalan pulang, Pak Anton dan Pak Wahono sudah terpincang-pincang sebelum masuk hutan, tapi tidak ada pilihan lain kami tetap harus jalan. Akhirnya sekitar pukul 14.00 kami sampai di basecamp kembali dengan selamat. Layaknya prajurit yang menang perang, kami sangat lelah tapi kelelahan itu tertutup kemenangan setelah menaklukkan Puncak Merbabu.

 

“Now I know how to be a great person, is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth.” (walt Whitman)


Kegiatan yang sangat mengasyikkan tapi bila kita mengalami langsung ternyata tidak hanya refreshing dan menikmati alam saja yang kita dapat. Kami secara otomatis harus banyak bertekun dalam melakukan sesuatu, tidak mudah menyerah dengan keadaan, kami bisa mengalahkan rasa letih kami untuk mencapai kepuasan, bersimpati dengan teman, saling menolong, berbagi tugas, dan yang terpenting ketika kami di keadaan yang serba gelap, dingin, basah, dan letih yang luar biasa kami masih bisa tertawa dan saling menghibur, apalagi di tempat yang sudah lengkap fasilitasnya yaa. VIVA SD PL SOLO

By: Adi

 








^:^ : IP 18.207.98.97 : 2 ms   
SD PANGUDILUHUR I-II SURAKARTA
 © 2020  http://sdplsolo.pangudiluhur.org/