SD PANGUDILUHUR I-II SURAKARTA
SD Pangudi Luhur Surakarta - Jl. A. Sugiyopranoto No. 1 Surakarta 57111  Telp.(0271)645349 Fax:(0271)645566
Rabu, 24 Juli 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


10.09.2009 10:47:38 1001x dibaca.
ARTIKEL
OLAHRAGA SAMA DENGAN NASI

Artikel ini dibuat untuk peringatan Hari Olah Raga Nasional (Haornas) 2009.

Hidup sehat adalah dambaan setiap orang, tidak disangkal lagi hidup ini akan lebih indah jika seseorang sehat jasmani dan rohaninya. Untuk hidup sehat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yang pertama adalah kesadaran dari diri sendiri tentang pemahaman dan kesadaraan akan keterbatasan manusia itu sendiri, tubuh kita adalah mesin terhebat yang pernah diciptakan Tuhan  Manusia merupakan suatu kompleksitas antara organ-organ, pikiran dan perasaan yang saling berhubungan, sehingga dari keterhubungan tersebut akan menimbulkan aksi, suatu cetusan intelektualitas baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik. Tetapi setelah kita tercipta kita harus mengurus tubuh kita, layaknya motor pun harus diservice dan dicuci secara teratur untuk menjaga mobilitasnya supaya tetap ok, demikian juga manusia tanpa ada kesadaran untuk merawat dan melatih potensi-potensi yang ada mustahil baginya untuk menjadi sehat. Faktor kedua adalah lingkungan dimana seseorang berada, ketika seseorang sadar tentang kesehatan tubuhnya tapi dia tinggal di lingkungan yang penuh polusi udara misalnya, itu menjadikan manusia itupun juga tidak sehat. Atau lebih parah lagi seseorang sudah tidak tahu bagaimana merawat tubuhnya dan tinggal dilingkungan yang kurang sehat.

 

Memang kalau kita bicara masalah kesehatan itu tidak lepas dari soal makan, minum, kegiatan atau rutinitas manusia, dan keturunan. Saya pernah mendengar seseorang berkata ;”sehat atau sakit itu kan ada ditangan Tuhan”, kita ini memang diberi hidup oleh Tuhan, tapi kita juga berperan untuk memilih dan menentukan kesehatan jasmani tubuh kita. Terutama pada masalah kesadaran manusia untuk berolah raga. Seperti kita tahu olah raga, berasal dari kata olah yang artinya melatih, dan raga yang artinya tubuh, jadi olah raga adalah mengolah tubuh atau jelasnya merupakan aktifitas dari manusia untuk melatih tubuhnya baik secara fisik maupun nonfisik. Olah raga menjadi salah satu faktor yang menunjang kesehatan karena dengan olah raga kita merangsang setiap organ tubuh kita menjadi berkembang, dan bila dilakukan secara benar dapat dipastikan menghasilkan perkembangan yang positif bagi tubuh kita.

 

Sebelum lebih jauh alangkah baiknya kita spesifikan prinsip berolah raga dulu. Olah raga bisa dibagi menjadi olahraga prestasi, yaitu olah raga dimana hasil akhir yang dicapai selain untuk kesehatan tubuh juga akan menghasilkan pencapain berupa prestasi, olahraga yang masuk kategori ini membutukan bakat dasar dan latihan yang rutin serta disiplin tinggi misal sepak bola, bulu tangkis, basket, dll. Tapi olah raga prestasi inipun juga bisa dilaksanakan sebatas hobi saja. Kategori kedua adalah olahraga kebugaran, olah raga ini dilaksanakan untuk menjaga kebugaran tubuh kita, biasanya yang masuk kategori ini  olah raga dengan gerakan yang ringan dan gerakan dasar manusia, misal senam, lari, jalan, aerobic, dll; olah raga ini tidak memerlukan skill atau bakat khusus, alat dan tempatnya pun juga tidak harus khusus.

 

Meskipun ada dua kategori olahraga, tetapi intinya bahwa apapun olahraganya itu harus dilakukan pertama karena mau/ingin, dan dilakukan dengan benar dan proporsional sesuai dengan kemampuan yang kita miliki masing-masing, karena olahraga itu tidak hanya untuk badan kita saja, tetapi juga untuk pikiran kita. Kalau jasmaninya sehat tapi pikiran terlalu berat juga akan menggerogoti kesehatan kita, jadi olahraga juga merupakan sarana untuk relaksasi pikirran. Orang akan berdalih ,”lho saya tadi di kantor naik tangga waktu mengejar tanda tangan direktur, atau kesana-kemari jalan untuk nyiapkan materri ajar itu kan sudah olahraga”. Ya Memang tubuh kita melakukan gerakan tapi itu karena pekerjaan, tubuh gerak, tapi pikiran stress ke pekerjaan, jadi itu belum olah raga yang benar.   

 

Pengenalan olahraga  

Dalam kurikulum pendidikan yang formal, yang dimulai sejak kita TK sampai SMU olah raga adalah salah satu mata pelajaran yang wajib kita ikuti. Salah satu tujuannya yaitu merangsang anak untuk lebih tertarik pada olah raga dan bisa mempraktekannya dengan benar, tapi ada yang salah karena pelajaran ini tidak diikuti pendekatan dan pemahaman lebih lanjut kepada anak didik bahwa “olahraga samadengan nasi”, dimana kita harus makan tiap hari sebagai sumber tenaga, kita juga lakukan olah raga untuk kebugaran tubuh kita dengan rutinitas tertentu. Kenyataannya sebagian siswa mengikuti pelajaran olah raga hanya sebatas untuk dapat nilai. Padahal olahraga sesuai tujuan dari pendidikan jasmani adalah

  1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
  2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
  3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
  4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
  5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
  6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
  7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.( http://artikel-olahraga.blogspot.com/)

 

Kecenderungan yang terjadi setelah kuliah atau kerja, karena tidak ada mata kuliah olahraga, atau kebetulan lingkungan tidak sesuai hobinya kita akan jadi malas untuk berolahraga. Mungkin ini juga saatnya untuk memperbaharui prinsip tentang olah raga, dimulai sejak usia dini menekankan bahwa olah raga itu jadi salah satu bahan pokok yang disejajarkan dengan nasi. Olah raga harus dikonsumsi manusia secara rutin agar terjadi kelangsungan hidup yang seimbang dalam dirinya. Selain itu secara informal inipun harus ditanamkan pada masyarakat luas, karena tidak ada kata terlambat untuk berolah raga. Jangan hanya menunjuk intansi pemerintah bidang kesehatan dan olahraga saja yang bertanggung jawab untuk mendoktrinkan olah raga sebagai kebutuhan hidup tapi juga kita semua untuk lebih sadar dan mengajak lingkungan sosial sekitar kita untuk berolah raga.

 

Ada satu anggapan yang saya rasa menghambat pendoktrinan olah raga ini, yaitu tikat ekonomi dan kesejahteraan rakyat negeri ini. Kita lihat di Amerika atau negara-negara Eropa, dalam acara di TV atau film kita melihat bagaimana umumnya orang bisa menjadikan olahraga sebagai kebutuhan pokok mereka. Ini menimbulkan pertanyaan; apakah karena mereka sudah sejahtera sehingga tidak ada beban untuk melakukan hal-hal yang tidak ada nilai ekonomisnya???, sedangkan kenyataannya di negara kita orang sebagian besar masih terbelenggu masalah-masalah bagaimana untuk meningkatkan taraf hidupnya, kerja, kerja, dan bekerja… sehingga mereka jadi lupa untuk berolahraga, tidak juga orang Amerika juga lebih gila kerja,tapi juga tidak lupa olah raga jadi saya lebih cenderung untuk melihat ke dalam diri manusianya yaitu masalah kesadaran dan tingkat penanaman nilai untuk menjadikan olah raga suatu kebutuhan pokok.       

 

Ya memang sesuai pengamatan saya untuk kota besar di Jawa khususnya, kesadaran tentang olah raga ini mulai nampak jelas dengan banyaknya kelas senam atau pusat kebugaran yang cukup ramai digemari. Saya juga pernah melihat di Senayan senam yang model “drive in”, karena kesibukan yang padat, jadi ketika jam pulang kerja orang-orang parkir Rp10.000, ganti baju kemudian menuju pelataran dekat parkiran, disana sudah ada beberapa instruktur senam diatas podium dan diiringi musik mereka mulai senam, ini merupakan ide brilian, cuma bayar parkir bisa olah raga. Selain itu olahraga masih terbatas karena kegiatan dalam komunitas, misal kumpulan ibu-ibu Darma Wanita, atau kumpulan pemilik toko di jalan Malioboro, tiap minggu mereka membuat kegiatan berolah raga, fenomena inipun sudah positif, walaupun kadang olah raganya masih jadi nomer dua setelah ngrumpi, secara kuantitas masyarakat yang berolah raga masih belum begitu berkembang, ya tapi sudah mulai nampak dan memang perlu adanya tambahan doktrinisasi akan pentingnya berolahraga secara rutin bagi semua kalangan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia seluruhnya.

 

Jika semua warga YPL ini juga menyadari bahwa “olahraga samadengan nasi” secara tidak langsung akan meningkatkan eksistensi YPL. Pemimpinya, gurunya, dan pegawainya sehat-sehat, kerjanya cak-cek (cekatan), pekerjaannya cepat selesai dengan waktu yang efektif. MARI OLAH RAGA….!!!

 

Solo, 9 September 2009
Marsono Adi. SD PL SOLO








^:^ : IP 54.161.118.57 : 2 ms   
SD PANGUDILUHUR I-II SURAKARTA
 © 2019  http://sdplsolo.pangudiluhur.org/